Tujuan Bimbingan Konseling di Sekolah
Setiap
kegiatan atau aktivitas tentunya mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
Demikian juga halnya dengan kegiatan bimbingan konseling. Hal ini sesuai
dengan pendapat ahli yang menyatakan bahwa “Tujuan dalam proses
bimbingan konseling adalah membantu murid memperoleh identitas dirinya
sebagai landasan pokok dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dalam
keseluruhan kehidupan pribadinya” (Kartikawati, 1995: 5).
Sedangkan
ahli lain menyatakan bahwa “Tujuan pelayanan bimbingan konseling bagi
para siswa adalah membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan
perkembangan hidupnya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar dan
karier. Bimbingan pribadi-sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan
tugas perkembangan paribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang takwa,
mandiri dan bertanggung jawab; bimbingan belajar dimaksudkan untuk
mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan; dan bimbingan karier
dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif” (Sukardi,
2002: 29).
Jadi
secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan layanan bimbingan adalah
membantu mengatasi berbagai macam kesulitan yang dihadapi siswa sehingga
terjadi proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
Dari
pendapat para ahli di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam
bimbingan konseling adalah agar siswa mempunyai kemampuan untuk memahami
diri, menerima diri, mengarahkan diri dan merealisasikan
kemampuan-kemampuan yang dimilikinya dalam rangka pencapaian tingkat
perkembangan yang optimal sesuai dengan kemampuannya, sehingga dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Tujuan
ini diarahkan terutama bagi siswa yang dalam memberikan motivasi
belajar atau pelanggaran lain secara umum misalnya sering melanggar tata
tertib sekolah seperti membolos, merokok, mengacau dalam kelas, sering
tidak masuk tanpa keterangan dan lain-lain.
Selain
tujuan umum bimbingan konseling seperti dikemukakan di atas, dalam buku
Pedoman Bimbingan dan Konseling dijelaskan bahwa secara khusus layanan
bimbingan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai
tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi-sosial,
pendidikan dan karier.
Dalam aspek tugas perkembangan pribadi sosial, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar:
1) Memiliki kesadaran diri.
2) Dapat mengembangkan sikap positif, seperti menggambarkan orang-orang yang disenangi.
3) Membuat pilihan secara sehat.
4) Mampu menghargai orang lain.
5) Memiliki rasa tanggung jawab.
6) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi.
7) Dapat menyelesaikan konflik.
8) Dapat membuat keputusan secara efektif.
Dalam aspek tugas perkembangan pendidikan, bimbingan konseling membantu siswa agar:
1) Dapat melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif.
2) Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.
3) Mampu belajar secara efektif.
4) Memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi valuasi/ujian.
Sedangkan dalam aspek tugas perkembangan karier, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar:
1) Mampu membentuk identitas karier dengan cara mengenali ciri-ciri pekerja di dalam berbagai lingkungan kerja.
2) Mampu merencanakan masa depan.
3) Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah karier.
4) Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat (Taher, 1995: 4-5).
Sumber :
1. Kartikawati, Etis, 1995. Bimbingan Konseling, Jakarta: Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka.
2. Sukardi, 2002. Pengantar Pelaksana Bimbingan konseling di Sekolah. Jakrta: Rineka Cipta.
3. Taher, Tarmizi, 1995. Pedoman Bimbingan dan Konseling, Departemen Agama RI, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
0 komentar:
Posting Komentar
lakukan yang terbaik