Tampilkan postingan dengan label Materi Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN
Proposal berasal dari kata propose yang artinya mengajukan. Istilah proposal berarti pengajuan penawaran berupa gagasan, ide dan pemikiran kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan, persetujuan, izin, dan sebagainya.
Format penulisan proposal penelitian yang informasinya cukup baik adalah sebagai berikut :
FORMAT PROPOSAL PENELITIAN
I. BAGIAN AWAL
A. Judul penelitian
Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. Hindari judul penelitian yang membuka peluang penafsiran ganda. Gunakan kata, kalimat dan tata bahasa yang baik dan benar serta mudah dipahami.
B. Maksud Usulan Penelitian
Maksud usulan penelitian adalah untuk apa penelitian ini dilakukan.
C. Nama Peneliti
Nama peneliti ditulis lengkap, tidak boleh disingkat dan di bawahnya dicantumkan NIP.
D. Bidang ilmu
Tuliskan bidang ilmu (Jurusan) dari Ketua Peneliti.
E. Lambang Depag
F. Instansi yang berkaitan. Instansi yang berkaitan ditulis lengkap.
Contoh : Departemen Agama, Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin
G. Waktu Pengajuan. Waktu pengajuan ditunjukkan dengan benulis bulan dan tahun pengajuan usulan peneltian.
Sedangkan halaman pengesahan berisi :
a. Judul penelitian
b. Nama peneliti beserta NIP
c. Pengesahan pembimbing/Kepala sekolah.
2. Bagian Utama
Bagian utama terdiri atas :
A. PENDAHULUAN
Dalam pendahuluan kemukakan:
1. Latar belakang. Latar belakang penelitian berisi alasan yang memicu peneliti untuk melakukan penelitian. Pada bagian ini pun dijelaskan situasi dan kondisi yang melatarbelakangi terjadinya masalah tersebut.
2. Batasan masalah.
Menerangkan keterbatasan peneliti dalam kegiatan penelitian tersebut.
3. Perumusan masalah
Tahap ini adalah kegiatan mencari sebanyak-banyaknya permasalahan. Rumusan masalah ini didasarkan pada masalah pokok yang terdapat pada bagian latar belakang masalah. Masalah-masalah yang hendak dikemukakan pada bagian ini dirumuskan dalam kalimat pertanyaan yang singkat dan sederhana.
4. Hipotesis penelitian
Hipotesis adalah suatu dugaan jawaban yang paling memungkinkan walaupun masih harus dibuktikan dengan penelitian
5. Tujuan penelitian
Dalam bagian ini disebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai. Tujuan penelitian selaras dengan rumusan masalah atau dengan kata lain dapat menjawab pertanyaan penelitian.
6. Manfaat penelitian.
Bagian ini memuat manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian yang dilakukan.
C. Tinjauan Pustaka
Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian.
D. Metodologi Penelitian
Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas.
D. Jadwal Penelitian
Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart.
E. Organisasi Peneliti
Jumlah personalia penelitian maksimal 3 orang. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Rincilah nama peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada penelti
Lampiran-lampiran
1. Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten.
2. Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan telah dihasilkan sampai saat ini )


1. Contoh Proposal
Judul Penelitian :
Bidang Kajian :
Lembar Pengesahan (oleh Kepala Sekolah)
Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Batasan Masalah
C. Rumusan Masalah
D. Hipotesis
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
B. Hasil Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Pemikiran
D. Hipotesis Tindakan
METODOLOGI
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
2. Waktu Penelitian
3. Subjek Penelitian
B. Alat Pengumpul Data dan Analisis Data
JADWAL PENELITIAN
Jadwal kegiatan penelitian yang meliputi persiapan, pelaksanaan dan pelaporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart.
No.
Kegiatan
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Minggu Ke
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
I
Perencanaan
1. Penyusunan Proposal
2. Menunggu pengumuman seleksi
x
x
x
x
x
x
II
Pelaksanaan
Penentuan Pembimbing
Bimbingan
Pengambilan Data
Pengolahan Data
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
III
Pelaporan
x
x
ORGANISASI PENELITI
Jumlah personalia penelitian adalah 3 (tiga orang), terdiri dari seorang ketua peneliti dan 2 (dua) orang anggota peneliti dari sekolah yang sama dan dalam bidang/mata pelajaran yang sama.
Nama Peneliti :
NIP. :
Jenis Kelamin :
Pangkat/Jabatan :
Golongan :
Mata Pelajaran yang Diampu :
Instansi :
Alamat Instansi :
Pengalaman Penelitian :
No. Tlp./Hp. :
Nama Anggota : 1.
2.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Daftar Pustaka Contoh : Ahmad Sanusi (2000:45) mengemukakan “……….”, maka daftar pustaka dilutis:
Sanusi. A. 2000. Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung : Rosdakarya.
B. Lain-lain yang dianggap perlu (rancangan bahan ajar atau model yang akan dilakukan)


CONTOH KULIT MUKA PROPOSAL PENELITIAN
PROPOSAL PENELITIAN
JUDUL PENELITIAN
Disusun untuk……
Oleh :
…………………………………………………
NIP.
Logo
NAMA SEKOLAH
ALAMAT
KECAMATAN
KABUPATEN/KOTA
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
2008
HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN
1. Judul Penelitian :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Ketua Peneliti
a. Nama Lengkap : …………………………….
b. Jenis Kelamin : …………………………….
c. NIP. : …………………………….
d. Pangkat/Gol. : …………………………….
e. Mata Ajar Diampu : …………………………….
f. Sekolah : …………………………….
g. Alamat : …………………………….
h. No. Tlp./HP. : …………………………….
3. Jumlah Anggtota Peneliti : ……… orang
Nama Anggota Peneliti : 1. …………………………..
2. …………………………..
4. Lama Penelitian : ………. bulan
Dari Bulan : ………………..
Sampai Bulan : ……………….
5. Besar Biaya Penelitian : Rp. 2.500.000,-
(Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
Mengetahui
Nama Sekolah
Kepala, Ketua Peneliti,
Cap dan Tandatangan Tandatangan
Nama Jelas Nama Jelas
NIP. NIP.
Cat.
Tanda merah disesuaikan

Proposal PenelitianSTUDI DESKRIPTIF PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI SMA NEGERI 1 Jakarta TAHUN 2011

Proposal Penelitian Contoh Proposal Penelitian

Proposal Penelitian dan Contoh Proposal Penelitian - Belajar membuat proposal tentang sebuah penelitian memang tidak mudah. Misalnya saja membuat proposal penelitian pendidikan, penelitian ekonomi, kesehatan, keperawatan, penelitian hukum dsb.

Berikut ini salah satu cara membuat contoh Proposal Penelitian Sosila

STUDI DESKRIPTIF PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
SMA NEGERI 1 Jakarta
TAHUN 2011

Oleh :
XII. IS 2

1. Christian Fernando NIS. 0123567
2. Ray Hidayat NIS. 0987654


SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1
Jakarta
Jl. Menuju Sekolah SMA 1 No.1 Jakarta
2011 / 2012
1. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, seiring dengan perkembangan jaman informasi dan teknologi di era globalisasi yang tengah banyak dibicarakan di masyarakat kita serta mengenai era perdagangan bebas yang akan dimulai sebentar lagi, pemerintah mencanangkan kegiatan – kegiatan pembaruan yang kelak akan berguna guna menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas.

Mewujudkan pemuda – pemudi yang dapat menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, serta dapat menjadi wakil Indonesia dalam mengembangkan segala potensi Negara kita nantinya yang tetap berdasar pada dasar Negara kita yakni PANCASILA tentu menjadi cita –cita pemerintah yang harus segera diwujudkan dengan strategi yang efektif mengingat sedikitnya waktu yang tersisa.

Pendidikan adalah sektor yang merupakan bagian penting dari usaha pemerintah guna mewujudkan cita citanya. Adapun pemerintah segera memberdayakan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi atau “KBK” guna mendapatkan hasil maksimal dari bidang pendidikan.

Berdasarkan pengamatan atas usaha dari pemerintah tersebut, penulis ingin mengetahui apakah sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi tersebut sudah diterapkan secara baik dan menyeluruh di segala bidang khususnya di SMA Negeri 7 Tangerang.

Dari uraian di atas, untuk mengetahui lebih lanjut tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA Negeri 1 Jakarta, penulis bermaksud melakukan penelitian yang diberi judul “ Studi Deskriptif Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA Negeri 1 Jakarta”.


2. Pembatasan dan Perumusan Masalah

Pembatasan masalah dilakukan agar permasalahan tetap berada pada lingkup yang sesuai serta selalu terarah, diperlukan beberapa pertanyaan yang membatasi masalah ini, sehingga dapat dicapai solusi yang tepat pada pokok permasalahan. Adapun pertanyaan – pertanyaan yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut :
Apakah “KBK” sudah diterapkan dengan baik di SMA Negeri 1 Jakarta ini ?
Bagaimana pendapat semua perangkat sekolah baik tentang sistem “KBK” ini ?

3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui bagaimana sistem “KBK” di SMA Negeri 1.
Untuk mengetahui tanggapan para perangkat sekolah tentang sistem “KBK” di SMA Negeri 1 Jakarta

Manfaat dari penelitian ini adalah :

Menambah pengetahuan khusnya bagi penulis dalam hal penelitian.
Sebagai bahan rujukan atau perbandingan bagi Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Tangerang tentang “KBK” di SMA Negeri 1 Jakarta sehingga dapat melakukan tindakan tepat yang efektif bila masih terdapat kelemahan sehingga SMA Negeri 1 dapat menjadi SMA Favorit.



4. Landasan Teori

Landasan teori adalah bagian penting dalam suatu penelitian, adapun guna dari landasan teori adalah agar penelitian dapat tepat sasaran dan efektif. Adapun beberapa landasan teori disini :

a. Sekolah. Sekolah adalah tempat berkumpulnya seseorang yang ingin mendapatkan ilmu (siswa) dengan fasilitas lainnya dalam rangka membantu proses mendapatkan ilmu atau belajar.

b. Kepala Sekolah. Kepala sekolah atau Headmaster adalah seseorang yang memegang pimpinan paling tinggi dalam sekolah. Biasanya berfungsi sebagai pengatur, pengawas, maupun pengambil kebijakan dengan tujuan efektifnya kegiatan belajar mengajar yang terjadi di sekolah.

c. Guru. Guru adalah bagian dari fasilitas belajar seseorang yang ingin mendapatkan ilmu. Guru berfungsi sebagai pengajar atau media belajar dari siswa tersebut.

d. Siswa. Siswa adalah seseorang yang ingin mendapat ilmu guna digunakan atau dikembangkan dalam kehidupannya guna mencapai cita – cita hidup atau tujuan dari siswa tersebut.

5. Metodologi Penelitian

Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

Metode deskriptif adalah metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu pemikiran ataupun suatu peristiwa masa sekarang. ( Idianto M, 2006: 85, 86).
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta gejala yang sudah diselidiki.

Adapun langkah – langkah penelitiannya sebagai berikut :

Menyusun proposal penelitian sosial. Penyusunan proposal dilakukan sebagai langkah awal dalam melakukan penelitian. Penyusunan ini terdiri dari menentukan topik yang dipilih. Setelah itu peneliti merumuskan masalah.
Mengumpulkan data. Pengumpulan data dilaksanakan setelah proposal penelitian disetujui oleh guru pembimbing. Untuk mengumpulkan data, penulis menetukan dengan cara Kuesioner dan Wawancara.
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara si peneliti dengan objek penelitian ( Idianto M, 2006: 121 )
Kuesioner adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara menyebarkan selebaran yang diisi oleh objek penelitian. ( Idianto M, 2006: )
Pengolahan Data. Setelah data – data terkumpul, penulis akan mengolah data tersebut dengan teknik tabulasi.
Penyusunan Laporan. Setelah tahap – tahap sebagaimana diuraikan diatas, maka langkah selanjutnya adalah menyusun laporan agar tujuan dan manfaat dapat dikomunikasikan.

6. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan Bulan Maret 2007.


7. Personalia Penelitian
1. Nama Lengkap : Bagus Fernando NIS.04051007
2. Nama Lengkap : Taufik Hidayat NIS.04051247

8. Anggaran Biaya
Anggaran biaya pada penelitian ini diperoleh dari iuran anggota dengan rincian :

A. Pemasukan
Iuran Anggota :@Rp. 45.000,00 X 2 = Rp. 90.000,00
B. Pengeluaran
Penyusunan Proposal Rp. 40.000,00
Pembuatan Pertanyaan Untuk Kuesioner Rp. 30.000,00
Wawancara Rp. 20.000,00 +
Total pengeluaran Rp. 90.000,00

9. Daftar Pustaka
M. Widianto. Sosiologi untuk SMA jilid 1,2,3, Jakarta, 2004. Erlangga

Jumat, 10 Februari 2012

CONTOH RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS XI IPA DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 2 KALINYANMATAN JEPARA

RANCANGAN PENELITIAN
TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN  PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS XI IPA DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 2 KALINYANMATAN JEPARA
 TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Guru Pengampu : DIDIK ADI SETIAWAN.S.pd















Nama : Ahmad Riyanto (5)
                  Noor Arif Fahrudin
Kelas :XII S2

SMA ISLAM SULTAN AGUNG 2 KALINYAMATAN JEPARA
DAFTAR ISI

Halaman judul         i
Daftar isi        ii   
BAB I PENDAHULUAN        1
1.1    Latar Belakang Masalah        1
1.2    Rumusan Masalah         3
1.3    Tujuan Penelitian        3
1.4    Manfaat Penelitian         3
1.5    HipotesisTindakan        3
1.6    Ruang Lingkup Penelitian        4
1.7    Definisi Operasional Variabel        4
BAB II LANDASAN TEORI        5
2.1.    Sistem Pembelajaran Penemuan (Discovery)        5
2.2.    Motivasi Belajar        6
2.3.    Prestasi Belajar IPA        8
BAB III METODELOGI PENELITIAN        9
3.1.    Lokasi Penelitian         9
3.2.    Pendekatan Penelitian        9
3.3.    Objek Penelitian (Populasi)        9
3.4.    Populasi dan Sampel Penelitian        9
3.5.    Teknik Pengumpulan Data        9
3.6.    Teknik Analisias Data        9
Daftar pustaka








BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan.
Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun.
 Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran.
Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut.
Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Depdikbud (1999).
Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.
Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu, guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90,00. Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50,00.
Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah, tanpa menggunakan alat peraga, dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur, 2001 : 3).
 Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi, juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak, sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Penulis memilih metode pembelaja.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. (Siadari, 2001: 4).
Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.
Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas XI IPA Di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011 ".

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar helakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
1.    Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas XI IPA Di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011?
2.    Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas XI IPA Di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011?
C.    Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
1.    Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas XI IPA Di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.    Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas XI IPA Di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011.
D.     Manfaat Penelitian
Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :
1.    Guru
Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA.
2.    Siswa
Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA
3.    Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut.
E.    HipotesisTindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut:
1.    Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas XI IPA Di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.    Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas XI IPA Di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011


F.    Ruang Lingkup Penelitian
       Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
1.     Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa.
2.    Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas XI Ipa
3.    Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011
4.    Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap.
G.    Definisi Operasional Variabel
Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:
1.    Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belaiar sendiri
2.    Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.
3.    Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswa mengikuti pelajaran.
















BAB II
LANDASAN TEORI
a.    Sistem Pembelajaran Penemuan (Discovery)
Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, manbuat dugaan, menjelaskan, mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Suatu konsep misalnya: segi tiga, pans, demokrasi dan sebagainya, sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.
Dr. J. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu, sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. Dengan menggunakan discovery learning, ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belajar sendiri.
Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:
•    Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.
•    Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa.
•    Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing.
•    Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.
•    Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.
Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagai teman belajar saja, membantu bila diperlukan.
Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:
•    Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.
•    Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.
•    Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa.
•    Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.
b.    Motivasi Belajar
Pengertian Motivasi
 Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000: 28).
Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. :Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.
Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.    Motivasi Intrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000: 29).
Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115), motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Menurut Winata (dalam Erriniati, 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins.k. Strategi tersebut adalah sebagai berikut:
•    Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa.
•    Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.
•    Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah.
•    Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya.
•    Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.
2.    Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman, 2000: 29).
Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117), motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.
Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain:
1.    Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.
2.    Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut.
3.    Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan.
4.    Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru.
5.    Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.
6.    Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa.
Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan, untuk mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.
c.    Prestasi Belajar IPA
         Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Contoh Proposal PTK
Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA.
BAB III METODELOGI PENELITIAN
A.    Lokasi Penelitian
    Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara yang terletak di Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara dijalan Welahan – Gotri.
B.    Pendekatan Penelitian
    Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara yang terletak di Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara dijalan Welahan – Gotri terhadap TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN  PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA. Oleh karena itu ,Pendekatan ini digunakan adalah pendekatan deskriptif yaitu memperoleh gambaran mengenai sikap atau tanggapan peserta didik SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara terhadap TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN  PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA

C.    Objek Penelitian (Populasi)
    Objek penelitian adalah permasalahan yang dijadikan topik penulisan dalam rangka menyusun suatu laporan penelitian. Penentuan objek penelitian sangat penting dikarenakan untuk menunjang kegiatan selama penelitian, sehingga hal-hal yang diperlukan dalam penelitian akan mudah dicapai.
D.    Populasi dan Sampel Penelitian
    Populasi adalah Seluruh unsur atau elemen yang menjadi anggota dalam suatu kesatuan yang diteliti. Jadi dalam penelitian ini penulis tidak mungkin mendata atau menanyai atau mewarancarai semua siswa – siswi yang ada di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara. Apabila jumlah siswa – siswi yang ada di SMA Islam Sultan Agung 2 ada 2 Kelas IPA maka yang diambil 10%nya atau diambil  antara 5 – 10 orang  yang kita wawancarai maupun kita data .
    Sampel adalah objek penelitian yang dipilih dan ditetapkan untuk diteliti lebih jauh sesuai dengan memerlukan penelitian . Jadi dalam penelitian, penulis mengunakan sampel berstrata (Stratified sampling) adalah pengambilan sampel yang dilakukan apabila penelitian memerlukan data yang bertingkat dan berlapis .
E.    Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN  PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA maka peneliti akan menggunkan teknik langsung terjun kelapangan yang berupa observasi. Karena dengan instrument pengumpulan data semacam ini peneliti rasa data yang akan dikumpulkan lebih akurat bila kita mengamati sendiri apa yang akan terjadi dilapangan tersebut.

F.    Teknik Analisias Data
Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan persentase. Mengenai jenis kegiatan ekstrakurikuler dan jenis aktivitas belajar siswa akan dianalisis dengan memaparkan dalam bentuk kalimat. Sedangkan mengenai TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN  PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara































DAFTAR PUSTAKA
1.    Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
2.     http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/07/contoh-proposal-ptk-penelitian-tindakan.html
3.    Copyright aadesanjaya.blogspot.com

Artikel saya

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Tambah Sesuai Hati kamu